5 Pola Pikiran Yang Merusak Permainan Poker Anda

Pemain yang hebat selalu berpikir. Ini adalah yang memisahkan mereka dari pemain yang tidak hebat – para pemain yang bermain tanpa berpikir. Tetapi, tidak semua pikiran itu membantu. Beberapa bahkan akan merusak permainan Anda. Pikiran-pikiran ini bisa membuat alasan untuk terus bermain meskipun pilihan terbaik adalah untuk berhenti.

Pikiran #5: “Kemungkinan besar dia menggertak”.

Hampir semua pemain ingin beraksi. Mereka mencari cara untuk tidak melipat tangan (fold). Sering kali, meskipun sadar bahwa Anda kalah, pikiran seperti ini bisa muncul di balik otak Anda dan meyakinkan Anda bahwa ada suatu kemungkinan bahwa lawan Anda sedang melakukan gertakan. Pikiran seperti ini akan membuat Anda menempatkan taruhan yang besar meskipun tangan Anda tidak sebagus itu.

Pikiran #4: “Saya tidak bisa melipat tangan sekarang”.

Anda sedang bermain $1/2 no limit. Anda berada di kursi nomor 8. Anda mendapatkan A9. Semua pemain melipat tangan saat melawan Anda. Set kartu di tangan Anda tidak cukup bagus untuk menaikkan taruhan, tetapi patut dicoba. Anda berhasil ke $10 – cukup puas untuk memenangkan blinds, atau mungkin memancing satu pemain untuk melakukan call, dan mendapatkan As atau menang dari taruhan flop. Small blind melipat tangan, tetapi big blind berhasil ke $20, menaikkan taruhan $10 melawan Anda. Naluri terbaik Anda mengatakan untuk melipat – terlalu banyak pilihan kartu yang dapat mengalahkan Anda: pair 9 atau lebih tinggi, atau As dengan kicker yang lebih tinggi daripada 9. Tetapi ego Anda mulai muncul dan Anda mulai berpikir, “saya tidak bisa melipat tangan sekarang”. Anda tidak mau menyerah dan Anda melakukan call.

Masalahnya sekarang adalah pikiran ini telah mengelabui naluri terbaik Anda. Tentunya Anda bisa melipat tangan. Anda telah berusaha untuk melakukan setengah gertakan, tetapi mangsa Anda adalah yang sekarang memangsa Anda. Ini berarti sebuah set kartu telah mendominasi Anda. Jangan biarkan “muka kalah” menghindari Anda untuk melakukan pilihan yang terbaik. Terkadang, di permaian poker, apalagi di permainan no limit, pilihan terbaik Anda adalah untuk mundur.

Pikiran #3: “Saya harus memasang taruhan”.

Tentunya ada waktu ketika Anda harus agresif. Bisa dikatakan bahwa bermain agresif adalah kunci kemenangan permainan no limit. Tetapi, bermain agresif adalah cara bertaruh yang harus dikendalikan, bukan sesuatu yang otomatis.

Anda pasti mengetahui hal ini, tetapi, banyak pemain andal yang bertaruh secara otomatis – hanya karena mereka merasa bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang diharapkan. Bayangkan jika Anda memiliki pair tiga di posisi tengah. Anda bermain sangat longgar dan pasif. Anda beruntung dan tidak ada satu pun pemain yang menaikkan taruhan. Lima pemain melihat flop. Isinya hanya beberapa kartu bernilai rendah. Tiga pemain di depan Anda melakukan check. Anda tidak memiliki apa pun. Terlebih lagi, Anda memiliki reputasi sebagai pemain yang agresif. Anda tidak ingin terlihat lemah. Anda merasa bahwa untuk memegang kendali di meja ini, Anda harus melakukan tindakan bet di putaran ini. Dan iya, Anda melakukan tindakan bet. Kemudian ada pemain berikutnya – yang bermain longgar, melakukan call melawan Anda. Gilirannya adalah sebuah kartu As. Anda tetap tidak ingin terlihat lemah dan Anda mengambil keputusan untuk melakukan bet lagi. Lawan Anda terus melakukan call. Ketika kartu river dibuka, set kartu Anda tidak jadi apa-apa. Tetapi Anda terus ingin menunjukkan kekuatan Anda untuk menang dan maju all-in – yang kemudian di call oleh lawan Anda yang hanya memiliki kartu As lemah.

Masalahnya di sini bukan dengan apa yang Anda lakukan, tetapi dengan alasan Anda melakukannya. Anda tidak perlu memasang taruhan. Hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah melakukan check dan melipat jika ada pemain lain yang memutuskan untuk melakukan bet – atau bahkan melihat isi kartu river dan flop jika lawan sebelum Anda yang pasif melakukan check. Tetapi pikiran yang Anda harus menampilkan kekuatan telah merusak pertimbangan Anda.

Pikiran #2: “Apa arti beberapa rupiah – saya sudah mempertaruhkan jumlah banyak”.

Ini adalah pikiran yang sangat merusak. Beberapa rupiah masih merupakan jumlah uang yang sama, tak peduli jika Anda sedang di posisi kalah maupun menang. Status Anda dalam posisi menang maupun kalah tidak seharusnya mengubah cara taruhan Anda (dengan pengecualian jika hal ini bisa mengubah pikiran lawan Anda). Taruhan-taruhan “kecil” yang Anda lakukan ketika Anda sedang kalah terus bertambah jika Anda lakukan terus-menerus dalam satu malam – dan terus-menerus sepanjang karier. JIka Anda mulai berpikir bahwa kalah sedikit merupakan hal yang wajar, lebih baik Anda meninggalkan meja permainan.

Pikiran #1: “Saya tidak akan melakukan apa pun sampai saya kembali impas”.

Ini merupakan pikiran yang paling membinasakan – dan mungkin merupakan pikiran dengan pengaruh terburuk kepada tumpukan chip Anda.

Jika Anda sedang berada di posisi kalah, pasti ada alasannya. Mungkin hal ini hanyalah bagian dari alur permainan poker. Tetapi, kemungkinan besar hal ini terjadi karena Anda tidak bermain dengan baik. Jika Anda berpikir untuk selesai bermain ketika Anda sudah kembali ke titik nol (tidak untung tidak rugi), berarti Anda sudah bermain cukup lama. Jika tidak, Anda tidak akan memikirkan strategi keluar.

Coba Anda pikirkan – kesempatan bahwa Anda sedang bermain tidak baik dan kesempatan bahwa Anda telah bermain cukup lama dan mungkin sudah lelah – berarti Anda berada di posisi terburuk untuk bermain dengan baik. Jika Anda memikirkan untuk selesai bermain, dan Anda sedang berada di posisi terjebak, tentunya Anda akan semakin terjebak. Semakin lelah berarti semakin buruk cara bermain Anda. Cara satu-satunya untuk keluar adalah jika Anda kehabisa saldo, atau lebih buruknya, bangkrut total – menghabiskan seluruh tabungan, menarik semua dana dari ATM, dan melebihi batas kartu kredit Anda. Ini adalah lingkaran setan.